Anak Gen Alpha dan Tantangan Zaman: Bagaimana Orang Tua Menanamkan Nilai Agama?

Pada hari Selasa, 28 April 2026, Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulumi Syar’iyyah V Suku Canduang menggelar kegiatan parenting bagi wali murid kelas VI SD se-V Suku Canduang. Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Agama Bagi Anak Gen Alpha”, sebagai bentuk kepedulian terhadap tantangan pendidikan anak di era digital saat ini.

Acara ini menghadirkan pemateri inspiratif, Ibuk Nandie Hayati, M.Psi, yang juga merupakan dosen di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa anak-anak generasi alpha memiliki karakter yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih bijak, adaptif, dan penuh pemahaman.

Beliau menjelaskan bahwa dalam mendidik anak, orang tua harus memahami tahapan perkembangan psikologis sesuai usia. Mulai dari fase awal kehidupan (0–8 bulan), masa kanak-kanak (7–12 tahun), hingga menjelang usia dewasa (sekitar 18 tahun), setiap tahap memiliki kebutuhan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, pola asuh tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan karakter dan perkembangan anak.

Lebih lanjut, Ibuk Nandie juga menguraikan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, anak-anak membutuhkan benteng yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini akan menjadi pegangan hidup yang kokoh bagi mereka.

Dalam sesi yang sangat menarik, beliau juga menyoroti pentingnya peran pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan kedisiplinan. Namun, beliau mengingatkan bahwa mengarahkan anak masuk pesantren tidak boleh dengan paksaan. Orang tua perlu menggunakan pendekatan yang lembut, komunikatif, dan penuh kasih sayang, sehingga anak memiliki kesadaran dan keinginan sendiri untuk menempuh pendidikan di pesantren.

Kegiatan parenting ini diharapkan mampu membuka wawasan para orang tua tentang pentingnya peran mereka sebagai pendidik utama di rumah. Dengan pemahaman yang baik tentang karakter anak dan pendekatan yang tepat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama dan berakhlak mulia.