MATAMUDA 2026 Resmi Ditutup: Santri Baru Dibekali Nilai Kepesantrenan, Adab, dan Motivasi Menembus D

Canduang, 14 Juli 2026 – Setelah resmi dibuka pada hari sebelumnya, rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Madrasah dan Santri Baru (MATAMUDA) 2026 Pondok Pesantren Miftahul 'Ulumi Syar'iyyah V Suku Canduang memasuki hari kedua sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan pada Selasa (14/07/2026). Hari terakhir MATAMUDA diisi dengan berbagai materi pembinaan yang bertujuan membentuk karakter santri, memperkenalkan kehidupan kepesantrenan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi sejak awal memasuki dunia pesantren.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Seluruh santri baru mengikuti setiap sesi dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Berbagai materi disampaikan secara sistematis sebagai bekal awal agar para santri mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok serta memahami nilai-nilai yang menjadi ruh pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul 'Ulumi Syar'iyyah V Suku Canduang.

 

Pada sesi awal, santri baru diperkenalkan lebih dekat dengan sejarah berdirinya pondok, visi dan misi lembaga, struktur kepengurusan, tata tertib, budaya belajar, serta berbagai program pendidikan yang akan mereka jalani selama menjadi santri. Pengenalan ini bertujuan agar setiap santri memahami identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan karakter Islami.

Selain itu, para santri juga mendapatkan materi mengenai kemadrasahan, meliputi sistem pembelajaran, budaya akademik, etika belajar, tanggung jawab sebagai peserta didik, hingga pentingnya menjaga nama baik madrasah di dalam maupun di luar lingkungan pesantren. Melalui materi tersebut diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap lembaga serta semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

 

Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, pembinaan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan MATAMUDA. Oleh karena itu, santri baru dibekali berbagai materi mengenai adab kepada Allah SWT, adab kepada Rasulullah SAW, adab kepada guru, orang tua, sesama teman, serta adab dalam kehidupan bermasyarakat.

Materi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kemuliaan akhlak dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama. Para santri diajak memahami pentingnya sikap saling menghormati, tolong-menolong, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta membiasakan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan adab sejak hari pertama menjadi pondasi penting agar setiap santri mampu tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berakhlakul karimah, sesuai dengan tujuan utama pendidikan Islam.

 

Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian MATAMUDA tahun ini adalah Virtual Conference (VC) bersama salah seorang alumni Pondok Pesantren Miftahul 'Ulumi Syar'iyyah V Suku Canduang yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Melalui sambungan daring, para santri mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pengalaman belajar, perjuangan, serta motivasi secara langsung dari alumni yang kini menimba ilmu di salah satu pusat keilmuan Islam dunia.

Dalam penyampaiannya, alumni memberikan motivasi kepada para santri agar senantiasa menjaga niat dalam menuntut ilmu, menghormati guru, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, serta tidak pernah takut memiliki cita-cita yang tinggi. Beliau menekankan bahwa kesempatan untuk belajar hingga ke luar negeri terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam belajar.

"Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jadilah santri yang mencintai ilmu, menjaga adab, dan tidak pernah berhenti bermimpi. Insya Allah, dengan ikhtiar dan doa, Allah akan membukakan jalan menuju masa depan yang terbaik," pesannya kepada seluruh peserta MATAMUDA.

Sesi ini disambut antusias oleh para santri baru. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai pengalaman belajar di Timur Tengah, kehidupan mahasiswa di Mesir, serta kiat-kiat agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Islam bertaraf internasional.

 

Setelah seluruh rangkaian materi selesai dilaksanakan, kegiatan MATAMUDA 2026 secara resmi ditutup. Penutupan menjadi penanda berakhirnya masa pengenalan sekaligus awal dimulainya kehidupan sebagai santri yang sesungguhnya di Pondok Pesantren Miftahul 'Ulumi Syar'iyyah V Suku Canduang.

Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya memperoleh informasi mengenai lingkungan pesantren, tetapi juga mendapatkan bekal nilai, karakter, dan motivasi yang akan menjadi pedoman selama menjalani proses pendidikan. MATAMUDA diharapkan mampu menjadi fondasi awal dalam membentuk santri yang disiplin, berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Pondok Pesantren Miftahul 'Ulumi Syar'iyyah V Suku Canduang berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, berdaya saing global, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan tradisi kepesantrenan.

Semoga seluruh ilmu, pengalaman, dan motivasi yang diperoleh selama kegiatan MATAMUDA menjadi langkah awal yang mengantarkan para santri menuju perjalanan menuntut ilmu yang penuh keberkahan dan kesuksesan.